Radang Sinusitis

Apa yang dimaksud dengan sinusitis..???
Definisinya apa..???
Sinusitis adalah radang selaput permukaan sinus paranasal.
Sesuai dengan rongga yang terkena, sinusitis dibagi menjadi :

  1. Sinusitis maksila, 
  2. Sinusitis etmoid, 
  3. Sinusistis frontal dan 
  4. Sinusitis sphenoid. 

Bila mengenai beberapa sinus disebut sebagai multisinusitis sedangkan bila mengenai semua sinus paranasal disebut pansinusitis. Yang paling sering ditemukan adalah sinusitis maksila dan sinusitis etmoid.

Apa saja gejala dan tanda-tanda klinis yang dialami penderita sinusitis...???

Sinusitis diklasifikasikan menjadi Tiga, yakni
  • Sinusitis akut
Bila gejala berlangsung selama beberapa hari hingga 4 minggu.
  • Sinusitis subakut
Bila gejala berlangsung selama 4 minggu hingga 3 bulan
  • Sinusitis Kronis
Bila gejala berlangsung lebih dari 3 bulan

Beberapa gejala subjektif dibagi menjadi gejala sistemik dan gejala lokal, gejala sistemik yang dimaksud adalah demam dan lesu. 
Gejala lokal yang muncul adalah ingus kental dan berbau, nyeri di sinus, reffered pain (nyeri yang berasal dari tempat yang lain­), yang bervariasi pada tiap sinus, seperti sinusitis maksila terdapat nyeri pada kelopak mata dan kadang-kadang menyebar ke alveolus, sinusitis etmoid, rasa nyeri dirasakaan di pangkal hidung dan kantus medius, sinusitis frontal, rasa nyeri dirasakan di seluruh kepala, sedangkan sinusitis sphenoid, nyeri dirasakan di belakang bola mata dan mastoid.

Pada pemeriksaan beberapa gejala obyektif bisa didapatkan:
  • Pembengkakan di daerah muka
  • Pada pemeriksaan rhinoskopi anterior, selaput permukaan konka merah dan Bengkak
  • Pada rhinoskopi posterior terdapat lendir di nasofaring dan post nasal drip.
Pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan adalah pemeriksaan TRANSLUMINASI.
Sinus yang terinfeksi akan terlihat lebih suram dan gelap pada pencahayaan tekhnik khusus.

Pemeriksaan lainnya adalah pemeriksaan radiologic WATERS PA DAN LATERAL.
Akan tampak perselubungan atau penebalan selaput permukaan dengan batas garis khayalan yang terbentuk karena beda zat cair dan udara pada sinus yang sakit.

Dapat juga dilakukan pemeriksaan mikrobiologik pada sekret yang diambil, tetapi hingga kini jarang digunakan.

PATOFISIOLOGI / ETIOLOGI
Timbulnya Pembengkakan di kompleks osteomeatal, selaput permukaan yang berhadapan akan segera menyempit hingga bertemu, sehingga silia tidak dapat bergerak untuk mengeluarkan sekret. Gangguan penyerapan dan aliran udara di dalam sinus, menyebabkan juga silia menjadi kurang aktif dan lendir yang diproduksi oleh selaput permukaan sinus akan menjadi lebih kental dan menjadi mudah untuk bakteri timbul dan berkembang biak. Bila sumbatan terus-menerus berlangsung akan terjadi kurangnya oksigen dan hambatan lendir, hal ini menyebabkan tumbuhnya bakteri anaerob, selanjutnya terjadi perubahan jaringan. Pembengkakan menjadi lebih hipertrofi hingga pembentukan polip atau kista.
Beberapa Faktor predisposisi atau faktor yang memperberat :
  • Obstruksi mekanik, seperti deviasi septum, pembesaran  konka, benda asing di hidung, polip hingga tumor di hidung.
  • Rhinitis alergika.
  • Lingkungan : polusi, udara dingin dan kering
Radang Sinusitis

Terapi herbal yang dianjurkan ada dua macam :
  1. Asy Syifa
  2. Spiruna
Bisa ditambahkan : Gamafit atau Superherbafit
Diminum bersamaan dengan dosis 3x2 kapsul setelah makan.

Untuk mendapatkan hasil optimal disarankan masa pengobatan rutin konsumsi herbal selama dua bulan. Setelah itu supaya melakukan pemeriksaan ke dokter THT ulang, dan konsultasi herbalis lagi untuk evaluasi pengobatan.

Terapi herbal alternatif yang lain adalah dengan memakai THM dengan cara diteteskan dihidung, bukan ditelinga apalagi di mata meskipun THM ini bisa untuk Telinga Hidung dan Mata, juga bukan menggunakan Antivir karena Antivir tidak bisa dipakai untuk tetes hidung dan mengkonsumsi Jahe Merah 3x2 gelas / hari.


Sumber :

0 komentar:

Post a Comment

“Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang:
1. Orang yang diam namun berpikir atau
2. Orang yang berbicara dengan ilmu.”
[Abu ad-Darda’ Radhiallohu 'anhu]

Powered by Blogger.