Herbal Pasca Kuret


Tahukah anda bahwa tidak semua wanita yang keguguran itu harus dikuret, bahkan terkadang ada yang proses persalinannya normal tapi ternyata menurut dokter dia harus di kuret. kenapa..??? karena kuretase itu sendiri adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mengeluarkan jaringan yang masih tersisa di dalam rahim. Jadi apabila masih ada jaringan janin yang tersisa di dalam rahim yang mana sisa-sisa tersebut dapat mengakibatkan terjadinya perdarahan vagina yang tidak normal atau bahkan bisa menyebabkan infeksi maka perlu dilakukan tindakan kuretase.
Selanjutnya, bagi pasien yang telah menjalani tindakan kuret, boleh mengikuti seluruh prosedur diagnosis ataupun pengobatan dari medis dan pada saat yang sama, juga bisa mengikuti pengobatan herbal secara berdampingan dengan obat-obatan medis yang diberikan dokter.

Adapun herbal yang disarankan untuk dikonsumsi adalah sebagai berikut:

Dosis masing-masing obat herbal : 3x2 kapsul setelah makan atau 2 jam setelah obat medis.
bila masih terjadi perdarahan ditambah herbal Superherbafit, jadi paket herbalnya yaitu :
Dosis masing-masing obat herbal : 3x2 kapsul setelah makan atau 2 jam setelah obat medis.
Apabila perdarahan tersebut telah berhenti maka Superherbafit diganti dengan Gamafit, jadi paket herbalnya yaitu :
Manfaat Paket Herbal :

adalah untuk mempercepat penyembuhan luka kerokan, menguatkan kandungan, meningkatkan stamina dan mengatasi kurang darah karena biasanya sewaktu kuret banyak darah yang keluar. Sedangkan Paket Herbal Asy-syifa dan Gamafit merupakan herbal yang dapat dipakai untuk mengurangi nyeri, memperbaiki jaringan yang rusak dan membantu mencegah terjadinya infeksi.
Untuk pengobatan optimal disarankan untuk mengkonsumsi secara rutin herbal tersebut diatas selama 2 bulan. Setelah itu bisa konsultasi dokter untuk follow up terapi.
Mudah-mudahan bermanfaat, semoga lekas sembuh dan sehat selalu.


Sumber :

1 komentar:

“Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali salah satu dari dua orang:
1. Orang yang diam namun berpikir atau
2. Orang yang berbicara dengan ilmu.”
[Abu ad-Darda’ Radhiallohu 'anhu]

Powered by Blogger.